Travelling, chapter 2
Chapter 2
.
.
.
.
Tujuan pertama Raqila tentu yaitu Namsan Seoul Tower, tak butuh waktu lama untuk sampai kesini. Raqila hanya butuh naik bus, lalu masuk ke area Namsan tower. Untuk ke Namsan tower nya sendiri, raqila harus menaiki kereta gantung yang telah disediakan disana. Sepanjang ia menaiki kereta gantung, raqila sangat menyukai pemandangan yang ia lihat dari atas sini.
Setelah sampai di atas, ia pun langsung menaiki tangga untuk sampai di bagian yang paling sering di kunjungi orang-orang. Dan tak lupa untuk mengambil beberapa foto dan selca untuk dijadika kenangan. Saat Raqila sedang asyik nya menatap alam sekitar, tiba tiba
jepret!!!
Raqila pun refleks melihat orang yang baru saja memotret dirinya itu.
“ah maaf aku mengambil fotomu saat kamu berdiri disana, jika bisakah aku meminta izin untuk menyimpan foto ini? Atau jika kamu tak mau, maka aku akan menghapusnya.”
Raqila tersenyum, “tidak apa-apa, kamu boleh menyimpannya”
Lelaki itu pun mengulurkan tangannya, “perkenalkan, nama ku Kim Se Joon”
Raqila membalas jabatan tangannya, “ Raqila kim”
“oh, kamu orang korea? Tapi kamu tidak seperti orang korea biasanya” tanya sejoon
Raqila terkekeh, “aku lahir di korea, tetapi aku besar di Indonesia”
Sejoon hanya mengangguk-nganggukan kepalanya, “Indonesia ya, kadang aku berpikir seberapa hangat disana?”
“oh di Indonesia sangat hangat, cocok bagi orang yang tidak terlalu menyukai musim dingin”
“hmm sepertinya aku harus mencoba untuk berlibur kesana bukan?”
Raqila tertawa kecil mendengarnya, “ya kamu pasti akan sangat menyukainya”
“Apakah kamu sedang berlibur disini atau ada urusan lain?” tanya sejoon yg kini sudah berada disamping Raqila
Raqila menghembuskan nafas, “ya, aku sedang berlibur melepas segala beban----
“nona, tolong dibeli satu saja” Raqila membalikan badannya dan melihat ada seorang nenek yang menawarkan sepasang kunci dan gembok kepadanya.
“ah maaf nek, tetapi aku tidak mempunyai pasangan untuk menggunakan ini” Raqila tersenyum kecil
Sang nenek tetap menyodorkan kunci dan gembok itu, “tidak apa-apa, tolong beli satu”
Akhirnya Raqila pun membeli sepasang kunci dan gembok itu, lalu memasukannya kedalam tas kecil yang ia bawa.
“Raqila, kamu baik sekali” ucap sejoon yang sedari tadi melihat interaksi Raqila dengan sang nenek tadi
Raqila tertawa kecil, “aku kasian ngeliat nenek tadi, kayanya barang dagangannya belum terjual satupun”
“kalau begitu pasanglah!”
“hm? Ah engga deh—
“kan ga harus ada tulisan nama kamu sama pasangan kamu juga, banyak kok yg hanya memasang gembok polos nya saja” ucap Sejoon
Raqila pun mengambil kembali sepasang kunci dan gembok tadi, ia pun membuka gemboknya lalu di kaitkan ke pinggiran pagar yg dimana sudah banyak juga yang memasangnya. Lalu dikuncinya gembok itu dan berharap kelak ia akan kembali kesini bersama pasangannya.
Raqila tersenyum melihat kini gemboknya sudah terpasang dengan kuat disana, hanya saja ia tak menyadari bahwa ada seseorang yang diam-diam memotret dirinya.
⌚⌚⌚
-Namsan Park-
Setelah puas melihat pemandangan dari atas sana, kini Raqila sedang berjalan-jalan di area taman Namsan. Bersama Kim Sejoon tentunya.
Entahlah, kini mereka berdua seperti dua orang yang sudah lama saling mengenal, bahkan mereka tadi sempat membeli ice cream bersama-sama.
“jadi, apa pekerjaanmu?” tanya sejoon
“hmm seorang desainer”
“woahh”
Raqila melirik sejoon, “ada apa dengan reaksimu itu?”
Sejoon menggeleng-gelengkan kepalanya, “tidak apa-apa, aku hanya terkejut.”
“lalu apa pekerjaanmu?” tanya Raqila
“hmmm sebut saja diriku seorang fotografer”
“ohh pantesan tadi pas aku liat hasil fotonya bagus bagus sekali” ucap Raqila
Sejoon menyenggol bahu Raqila “aeyy bisa saja kamu”
“kenapa?? Orang bener kok hasil fotonya bagus”
“baiklah baiklah, apa kamu lapar?” tanya sejoon
“hmm sedikit”
Sejoon menarik tangan Raqila, “kalau begitu mari cari makanan di sekitar sini”
-Myeongdong Streeet-
Kini Sejoon dan Raqila tengah berada di sebuah restoran yang menyajikan beberapa makanan khas korea selatan. Mereke memesan Bibimbap dan Kimchi.
“bibimbap disini sangat enak, juga kimchi nya yang pedas nya berbeda dari kimchi yg biasa dijual” ucap Sejoon yang sepertinya sangat bersemangat seklai untuk datang kesini.
“beneran nih? Awas aja ya kalo sampe ga sesuai ekspetasiku” ucap Raqila
Tak beberapa lama kemudian, pesanan mereka pun datang. Sebelum di santap, bibimbap harus kita campurkan dengan lauk yang disediakan.
Dengan cepat, Sejoon mengaduk-adukan bibimbap nya. “jadi nama lengkapmu adalah Raqila Anneliese Kim?”
Raqila hanya memballas dengan anggukan, “tapi cukup susah untuk menyebut nama tengahmu.” Ujar Sejoon
Raqila tertawa, “ya makannya tadi aku hanya menyebutkan Raqila Kim, karena jujur saja kadang aku juga susah untuk menyebutkan nama lengkapku.”
Sejoon memberikan bibimbap yang sudah tercampur rata kehadapan Raqila, lalu menukarnya dengan bibimbap Raqila yang belum sepenuhnya tercampur.
Raqila cukup terkaget melihatnya, “terimakasih”
“gimana gimana? Enak kan rasanya??” tanya Sejoon saat melihat Raqila yang sedang memakan bibimbapnya.
Raqila menanggukan kepalanya, “hmm ini enak banget deh, selama ini Cuma bisa nonton dari drama korea. Gataunya emang rasanya seenak ini”
Saat Raqila hendak memasukan kembali bibimbap kedalam mulutnya, Sejoon menaruh potongan Kimchi ke atas sendok Raqila.
“coba makan bareng-bareng sama kimchinya” lalu sejoon tertawa melihat reaksi Raqila yang menurutnya sangat menggemaskan.
Sejoon dan Raqila pun menyantapnya dengan lahap, dan tak lupa diselangi dengan pembicaraan yang tidak ada habis-habisnya itu.
Setelah kenyang, mereka kini menuju halte bus.
“jadi besok kamu mau kemana lagi?” tanya Sejoon
“mungkin lotte world, mau menemaniku?” tawar Raqila
“apa tidak apa-apa?”
Raqila tersenyum, “yaa anggap saja kamu adalah tour guide ku selama disini. Lagipula aku yakin kamu orang baik-baik.”
Sejoon terkekeh mendengar perkataan Raqila.
“oh itu bus mu sedang menuju kesini!” tunjuk Sejoon kearah Bus yang akan datang.
Raqila pun segera berdiri dari tempat duduknya tadi, tapi sejoon menahan tangan Raqila.
“Qila, bolehkan aku meminta nomor handphone mu? Yaa untuk jaga-jaga saja” ujar Sejoon sambil menyodorkan handphone nya.
Raqila pun mengambil hape Sejoon, lalu mengetikan nomor handphone nya.
Bertepatan dengan itu, bus tujuan Raqila sudah sampai di depan mereka.
“ini, aku sudah menuliskannya” raqila mengembalikan handphone Sejoon
“terimakasih! Sampai ketemu besok!” ucap Sejoon
“sampai ketemu besok juga” Raqila membalas lambaian tangan Sejoon,lalu menaiki bus.
......
-Kamusku-
-Bibimbap : terbuat dari nasi putih yang diatasnya terdapat aneka macam lauk dan sayuran.
-Kimchi : sawi yang telah diberi bumbu pedas dan dikukus
⌚⌚⌚
Ketemu lagii di novel sederhana buatan ku...
Gimana gimana?Abis baca ini apa kalian jadi pengen trip juga ke Korea Selatan, atu kalian malah salpok makanannya yang kelihatan enak?? πππ ya aku juga pengen lah, pas bikin chapter ini tuh harus sabar godaan ngeliat makanan yang keliatan enakk banget. :'')
Yaa semoga kalian suka, dan jangan lupa komen ya gaess, krisar juga bolehh
Bye byee!!







Huaaaaa itu makanannya euhh π
BalasHapusWiuhh bagus upeh π
Makasihhh
HapusKerennnnπ
BalasHapusMakasih hehe
HapusSuka kak π, kapan-kapan ajakin makan sekalian.. π
BalasHapusAku pengen ke Koreaaaa!! Jimin im coming baybeh )':
BalasHapusWkwkwkwk make it comes true!!!
HapusNtar aku nyusul sama Jeon:)))
BalasHapusAamin :)
HapusBaguss, baguss, baguuuussss
BalasHapusSalfok sma makanan nya:v
BalasHapusSukakkkkk
BalasHapusbaguss,, apalagi di kasih ilustrasi tempatna
BalasHapus