Travelling, chapter 3



.
.
.
.
.
.
.


Chapter 3

-Lotte World-

Sejoon sampai lebih dulu, kini ia sedang menunggu Raqila di depan pintu gerbang. Ya sesuai dengan janji mereka semalam, bahwa mereka akan ketemuan di depan gerbang Lotte World saja.

Terdengar suara langkah kaki, dan helaan nafas yang teburu-buru.

“hh maafkan aku, aku datang hhh terlambat. Kamu pasti udah lama nunggu huffttt”

 Sejoon tertawa melihat Raqila yang datang seperti itu, “tidak apa-apa, lagian aku juga baru nyampe kok. Ayok masuk kedalam”

Setelah masuk, mereka terlebih dauhulu menaiki wahana Flume Ride. Pemanasan sebelum masuk ke wahana inti.

Setelah cukup lama mengantri, akhirnya kini giliran mereka yang menaiki perahu nya. Dengan Raqila yang duduk di bagian depan, dan Sejoon dibagian belakang.

Saat perahu masih melaju pelan, “Qila, kamu milih tempat yg salah tau. Paling depan jusru yg paling basah” ujar Sejoon

“YAK!! Kenapa baru ngasih tau sekarang??!!!” bertepatan dengan itu perahu mereka mulai menaiki puncak nya.

Saat mereka turun dari puncaknya, Raqila berteriak karena memang benar air cipratannya mengenai dirinya semua “YAAK SEJOON!!!”

Raqila terdiam karena memang bajunya hampir basah semua, sedangkan Sejoon malah tertawa terbahak-bahak.

Raqila pun memukul-mukul bahu Sejoon, “puas kamu hah?! Puas hmm terus aja terus ketawa”

“akkk yakk!! Sakit! Iya maaf duh! Hahaha”

Setelah puas memukuli Sejoon, mereka melanjutkan kembali menuju wahana Viking. Untungnya mereka tidak butuh waktu lama untuk mengantri.

“ayok duduk di paling ujung aja” Raqila menarik tangan Sejoon lalu mereka duduk di bangku paling ujung.

Selama permainan berlangsung, banyak teriakan-teriakan atau bahkan suara tawa yang melengking yang terlontar dari para penumpang kapal viking ini.

Sejoon dan Raqila pun menikmati wahana ini, mereka berdua tertawa selepas-lepasnya. Dan tanpa sadar salah satu tangan mereka saling berpegangan tangan.

Sehabis turun dari wahana tersebut pun mereka masih tertawa, setelah meredakan tawa mereka yang tak kunjung surut. Akhirnya mereka baru menyadari bahwa tangan mereka masih saling berpegangan tangan.

Raqila pun melepaskan duluan genggaman tangan Sejoon

“maaf” ucap Sejoon.

Banyak wahana yang mereka naiki, mugkin hampir setengah isi lotte world telah mereka sambangi.

Mereka pun kini menuju ke arah bagian luar gedung, “ah ayo kesana!” ucap Raqila sambil menunjuk toko aksesoris lucu.

Kini Raqila sedang memilih-milih bando berhiaskan telinga hewan, sedangkan Sejoon hanya mengikuti tiap langkah kecil Raqila.

Raqila seperti mencoba semua yg ada di toko ini, dan tak lupa untuk mengambil selca bersama Sejoon
“sejoon, coba deh pake” Raqila memasangkan sebuah bando bermata kodok.

“jangan yang ini, coba deh ambil tuh yang telinga beruang” Raqila pun mengambil bando tersebut lalu memasangkan kembali ke kepala Sejoon.

Sejoon mengambil bando bertelinga kucing, lalu memasangkannya ke kepala Raqila.
“hmmm bagus juga. Ayok sini foto dulu!” Raqila menarik Sejoon agar lebih mendekat, lalu mengarahkan kamera handphone nya kearah mereka berdua. Dan cekrek!

Raqila melihat hasil selcanya, “ahahaha lucu banget!! Udah yuk beli yg ini aja!” ajak Raqila.

Tak lupa, mereka membeli cemilan lalu dimakannya sambil melihat parade yang berlangsung. Raqila sangat menikmati semua ini, karena ia terus-terus an tersenyum bahkan tertawa. Sejoon yang melihat Raqila seperti itu pun tersenyum, dan tak jarang dia memfoto Raqila secara diam-diam.

Tuhan mungkin aku salah, tapi aku sangat menyukai senyumannya. Jadi aku ingin mengabadikannya selalu – ucap batin Sejooon

Setelah puas bermain, mereka pun memutuskan untuk pergi mencari makanan.

Di setiap jalan, ada warung kecil yang menjul beberapa makanan ringan, Raqila dan Sejoon pun berhenti sebentar untuk menyantap Tteokbokki.

“wahh rasanya beda sama yang biasa ada di Indonesia, emm apa karena ini ori ya langsung makan di korea jadi kerasa beda?” tanya Raqila saat menyantap tteokbokki nya

Sejoon menyodorkan air minum, yg langsung di minum habis oleh Raqila. “hati-hati, nanti keselek”
“hehe”

“abis ini mau kemana lagi?” tanya Raqila
“karena tadi kata kamu hal yang paling penting saat liburan adalah wisata kulinernya. Jadi sekarang ayok kita pergi ke tempat makan jjajangmyeon !!!”

Mereka benar-benar mengunjungi warung jjajangmyeon, mereka memesan dua porsi jjajangmyeon. Setelah pesanan datang, seperti biasa Sejoon mengaduk mie dan saus kedelai hitamnya dengan cepat.

Lalu ia berikan kepada Raqila, “nih makan yang ini aja”
Raqila tersenyum melihat perlakuan Sejoon kepadanya. “terimakasih lagi”

Ditengah-tengah saat mereka sedang makan, Sejoon melirik Raqila yang ada dihadapannya lalu tersenyum melihat Raqila yang sangat antusias menghabiskan jjajangmyeon.

Sejoon mengambil beberapa lembar tisu lalu ia mengelap bekas jjajangmyeon di sudut bbir Raqila.

Raqila terdiam, merasakan ada gejala aneh yang menjalar dalam tubuhnya. Pipinya memerah, menahan detak jantungnya yang berdegup kencang.

“kamu sakit? Ko pipinya merah gini? Apa terlalu panas disini?” tanya Sejoon sambil memegangi pipi Raqila yg kini semakin memerah.

Raqila menjauhkan tangan Sejoon dari pipinya, “ti-tidak apa-apa, aku hanya terlalu bersemangat memakan ini.”
“baiklah”

⌚⌚⌚
Kamusku :


Tteokbokki : Kue beras yang di beri kuah/sup pedas.


Jjajangmyeon : Mie yang dcampur dengan saus kedelai hitam dan beberapa jenis sayuran dan daging sapi

⌚⌚⌚


-Cheonggyecheon River-



Tak terasa waktu sudah malam, kini Sejoon dan Raqila sedang berada di Cheonggyecheon, sebuah aliran sungai buatan yang ada di seoul. Disaat malam, tempat ini menjadi jauh lebih bagus. Karena banyak lampu sorot yang dinyalakan Sehingga menambah keindahan sungai ini.

“kapan kamu pulang ke Indonesia?” tanya Sejoon
“besok lusa aku baru pulang kesana.”
Sejoon terdiam sejenak, “bolehkah aku mengantarkanmu sampai bandara besok lusa?”

Raqila tersenyum, “boleh saja, jika kamu tidak sibuk.”

Mereka sama-sama menikmati udara yang terasa sejuk malam ini, juga cuaca yang bersahabat sejak pagi tadi.

“sejoon, tolog fotoin aku disana!” Raqila berlari kearah bebatuan yang ada di tengah-tengah aliran sungai, Sejoon pun dengan sigap memotret Raqila.


“woooo memang ya, hasil dari seorang fotografer memang sangat berkualitas” Raqila mengacungkan jempol ke arah Sejoon saat melihat hasil fotonya.

“Ayo kita keatas, ada satu makanan lagi yang harus kamu coba disini.” Ajak Sejoon.

Saat melewati Cheonggyecheon Plaza, Raqila tertarik kembali utuk berswa-foto disana. Untuk kali  ini, Raqila dan Sejoon berfoto bersama di depaBulgogi


⌚⌚⌚


-Kedai Bulgogi-

Mereka sudah duduk ditempat, lalu pelayan datang untuk menyalakan alat panggang yang ada diantara mereka berdua. Dan tak lupa membawakan satu porsi penuh Bulgogi siap dipanggang.

Sejoon pun mulai mengambil alih, dia menaruh bulgogi diatas panggangan, lalu dengan cekatan membola-balikan bulgogi tersebut.

“woaahh kamu memang pandai dalam urusan makanan ya?” Raqila salut atas kelihaian Sejoon tadi.

Sejoon tertawa kecil mendengarnya, “tentu aku harus melayanimu dengan baik”

“nahh sudah siap, ambil bulgogi nya lalu lilitkan dengan daun selada. Aaaa buka mulutmu,” Sejoon mengarahkan bulgogi tadi kearah mulut Raqila yang langsung dilahap oleh Raqila.

“hmmm makanan disini memang tidak membuatku kecewa” ucap Raqila yang kini sedang melahap bulgogi sendiri.

Sejoon tersenyum melihat Raqila, ia senang jika raqila juga senang.

Mereka berbagi kisah cerita masing-masing, dimulai dari masa kecil hingga sekarang. Karena itu pun kini mereka semakin dekat.

“woaahh, aku kenyang banget. Puas aku nyobain makanan yang ada disini.” Ucap raqila
“hati-hati perutmu akan meledak.” canda Sejoon
Raqila hanya memukul bahu Sejoon.

“jadi besok kamu mau kemana lagi? Siapa tau aku bisa menjadi tour guide mu lagi” tanya Sejoon.

Raqila terlihat berfikir sebentar, “hmm entahlah, tapi temanku menyarankan pergi ke kafe yang ada di Gapyeong-dong” ujar Raqila

“ohh! Cafe disana memang sangat memuaskan, terlebih lagi jika kamu datang bersama pasanganmu. Maka gapyeong-dong adalah tempat yang pas untuk menghabiskan waktumu bersama pasanganmu.”

“jadi, apa kamu mau menjadi tour guide ku lagi kali ini?” tanya Raqila

Sejoon mengacak-ngacak rambut Raqila, “tentu saja, aku akan menemanimu kemanapun yg kamu inginkan.”

Raqila cukup nyaman diperlakukan seperti tadi oleh Sejoon, mungkin ia sudah gila. Karena Raqila menyukai saat Sejoon sangat perhatian padanya, saat tangan mereka tak sengaja bersentuhan.

Apakah aku mulai menyukai Sejoon? – ucap batin Raqila

Raqila menggeleng-gelengkan kepalanya, menepis semua pikiran aneh yang datang menerpa kepala nya.

“cafe apa yang direkomendasikan oleh temanmu itu?” tanya Sejoon.
Raqila mengambil handphone nya lalu membuka roomchat nya dengan jihan kemarin.

Raqila menyodorkan handphone nya, terlihat alamat sebuah kafe.

“hmm aku tau kafe ini, aku pernah kesana tahun lalu”
“bersama pacarmu?” tanya Raqila, entahlah ia reflek menanyakan hal itu.

“tidak, aku kesana bersama teman-temanku. Lagipula aku tidak mempunyai pacar saat ini.” Ujar Sejoon.

“eiyyy jangan berbohong!”
“kenapa?? beneran aku tidak mempunyai pacar” ucap Sejoon
“yaa mustahil aja gitu, orang seganteng kamu gapunya pacar.”
 Sejoon smirk, “lalu apa kamu mau jadi pacar aku?”

Raqila terdiam menatap Sejoon yang kini menatap intens dirinya.
Raqila memukul keras bahu Sejoon, “jangan bercanda denganku Kim Se Joon-ssi”

“akkk sakit!” Sejoon hanya tertawa melihat Raqila yang kini jalan mendahuluinya.

Sejoon pun berjalan dengan cepat untuk menyamakan kembali langkah kakinya dengan Raqila, “baiklah baiklah, maafkan aku Raqila.”

“hmm”
Sejoon menahan tawanya agar tidak meledak kembali.

“ekhem! Karena besok kita akan ke kafe dekat pegunungan di gapyeong, maka tidak memungkinkan untuk memakai alat transportasi umum” ucap Sejoon

“terus kita naik apa kesana?”
Sejoon mendekatkan kepalanya ke telinga Raqila, lalu berbisik “besok aku akan jemput kamu menggunakan mobilku.”

⌚⌚⌚

Kamusku :


Bulgogi  : daging sapi ya telah di iris tipis-tipis dan telah dicampuri beberapa bumbulal dimasak dengan cara dipanggang.


⌚⌚⌚

Welcome back to my blog and my novel. Gimana gaes? Suka gak? Auto makin sabar ya liat makananya makin menggiurkan :v 

Komen jangan lupaa gaess, krisar juga bolehh. 

Komentar

Posting Komentar