cerita pendek
Haaai haaii welcome too my blog!!! Oke disini aku akan mempersembahkan suatu cerpen, yg tentunyaa itu buatan aku sendiri. It's a original okey!
So cek this out!!
Ulang Tahunku yg Spesial
Perkenalkan namaku Violeta Malva Raffasya , orang biasa memanggilku Vio. Aku lahir pada akhir agustus 2001, dan saat ini umurku baru mencapai 17 tahun. Cerita ini terjadi saat ulang tahunku yang ke-14.
Beberapa tahun yang lalu....
Aku merupakan salah satu siswa dari SMPN 7 Bekasi, dan sekarang aku berada di kelas 9 tepatnya 9D. Hari ini merupakan hari yang sangat istimewa bagiku, karena apa? Karena hari ini adalah hari ulang tahunku.
Tapi sepertinya teman-temanku tidak mengingatnya. Karena semenjak aku datang, semuanya berjalan seperti biasa. Aku sempat merasa kecewa, tapi aku berpikiran mungkin mereka akan ingat nanti.
Jam pelajaran pertama adalah ulangan harian PKN.
“Nadia, soal ini maksudnya gimana sih?.” Tanyaku kepada teman sebangku ku. Nadia
Tapi ia diam saja, seperti mengacuhkan pertanyaanku.
Aku kesal melihatnya, dan tidak sampai disitu saja, bahkan setelah ulangan pun teman-temanku seperti menjauhi diriku. Aku bertanya-tanya, mengapa mereka seperti itu? Apakah mereka tidak mengetahui bahwa hari ini aku sedang berulang tahun? Bagaimana bisa mereka melupakannya?
Bahkan saat istirahat, tidak ada satupun yang menemaniku ke kantin. Aku merasa dikucilkan, dan mengapa harus terjadi saat ulang tahunku?
Setelah pergi ke kantin sendirian, aku tidak langsung menuju kelas, tapi aku pergi menuju UKS –aku adalah aggota PMR jadi aku bisa kapan saja masuk ke UKS- di sana aku menceritakan semua perilaku aneh teman-teman kelasku kepada sahabatku yg kebetulan sedang berada di UKS juga.
“mungkin kamu ada salah kali sama mereka.” ucap sahabatku
“ aku ga ngelakuin apa-apa ko, orang kemaren aja masih baik-baik aja.” aku kesal sekaligus kecewa pada hari ini.
Akhirnya aku kembali ke kelas, dan yaa teman-temanku mengacuhkanku kembali. Rasanya aku ingin pulang saja, dan menangis seharian di rumah.
Entah mengapa, aku merasa dibuat kesal oleh teman-teman sekelasku pada hari ini. Dimulai dari isi tempat tulisku yg menghilang entah kemana, ketika aku menaruh suatu barang di atas mejaku, lalu aku keluar sebentar dan saat kembali, barang tersebut sudah tidak ada di mejaku lagi.
“siniin tempat pensil aku!” aku meminta kepada anak-anak cowok dikelasku. Karena hanya mereka yg pantas dicurigai
“dih apaan, ko nyalahin kita sih. Gabaik tau nuduh tuh” ucap Alung, salah satu temanku
Aku pun kembali menuju bangku, lalu duduk dengan perasaan kesal. Bagaimana bisa aku belajar jika semua alat tulisku hilang? Untungnya, hari ini banyak guru yang tidak masuk, jadi aku tidak perlu repot-repot meminjam alat tulis.
Juga aku terkena pukulan bola oleh salah satu temanku, tapi dia sama sekali tidak meminta maaf kepadaku, bahkan dia seperti sengaja mengenaiku dengan bola beberapa kali. Aku makin kesal karena perbuatannya itu.
Dan parahnya lagi, teman-temanku membiarkannya, tidak ada satupun yg peduli padaku.
Perasaanku hari ini campur aduk, tadinya aku berharap teman-teman ku akan mengingat hari ulang tahunku, tapi apa? Hari ini aku malah mendapat perilaku yg membuatku kesal seharian.
Semakin kesini, semakin menjadi-jadi saja perilaku teman-temanku.
Puncaknya, saat aku kembali dari toilet –yg tentunya aku pergi sendiri lagi- tas ku sudah tidak berada di bangku ku lagi, mereka menyembunyikan tasku!
“ please dong balikin tas aku!” aku memohon kepada teman-temanku, yg tentunya hanya dibalas tawa oleh mereka
“kalian tuh kenapa sih?! Dari pagi bikin aku kesel?!!” akhirnya aku tidak bisa menahan emosiku.
“ siapa yg bikin kamu kesel coba? Kamunya aja yg baperan” ucap Fasya, salah satu sahabatku yg kemudian disambut gelak tawa dari teman-teman sekelasku.
Aku kecewa, bagaimana bisa dia berkata seperti itu padaku? Aku pun keluar kelas, kembali menuju UKS yg ternyata sedang tidak ada orang. Akupun menangis disana, tak kuat mengahadapi kelakuan teman-teman sekelasku.
Aku berada di UKS cukup lama, mungkin aku membolos empat jam pelajaran karena saat aku melihat keluar UKS, orang-orang sudah membawa tasnya untuk pulang. Mau tidak mau aku harus kembali ke kelas.
Saat aku sampai di kelas, aku melihat tasku kembali. Tapi semua buku, lks, dan paket yg kubawa hari ini berserakan dimana-mana, aku merapihkannya, dan berusaha untuk tidak menangis saat itu juga. Aku pun segera keluar dari kelas, persetan dengan tempat pensil ku yang masih tidak jelas berada dimana.
Tapi saat aku membuka pintu, aku terkejut karena tiba-tiba aku mendapat serangan berupa air seember dari berbagai arah.
Serangan itu terjadi beberapa kali hingga tubuhku basah semua. Lalu aku merasa ada orang yg memecahkan telur tepat di atas kepalaku, disusul guyuran tepung terigu yg membuat diriku terlihat berantakan.
Kejadian itu sukses menarik perhatian siswa lainnya, karena kelasku berada di tengah-tengah dua kelas lainnya.
aku terdiam, masih mencerna apa yang terjadi barusan. dan salah satu temanku memegang bahuku dan menyuruhku untuk balik badan.
Dan saat aku balik badan
“SELAMAT ULANG TAHUNN!!! SELAMAT ULANG TAHUNN!!! SELAMAT ULANG TAHUN VIO!!! SELAMAT ULANG TAHUNNN!!!” teman-temanku berkumpul dengan posisi setengah melingkar dan Fassya membawa kue ditangannya lengkap dengan lilin yg menyala diatasnya.
Jujur saja aku baru petama kali mendapat kejutan seperti ini.
Aku pun jongkok karena aku sangat terharu melihatnya. Dan tak sadar aku mulai menangis, karena tek menyangka aku akan mengalami kejadian seperti ini.
Teman-temanku panik ketika melihatku menangis,
“eh eh eh vio jangan nangis ihh. Kamu sih tadi keterlaluan banget tadi!!” ucap salah satu temanku kepada yg lainnya
Aku berusaha untuk meniup lilinnya, aku masih tak percaya dan kembali menangis terharu
“aku kirain hiks kalian lupa hiks hari ini hiks hari ulang tahun aku” ucapku dengan susah payah menahan agar tidak menangis kembali.
Yaaa mereka hanya tertawa melihaku seperti ini,
“duhhh maaf ya tadi udah nyuekin kamu seharian, bikin kamu kesel. Karena itu semua bagian dari rencana kitaa!!”
“yeaayyy!!! Rencana kita berhasil!!”
Sepertinya aku akan menangis kembali mendengar kenyataan dari mereka.
“udah dong jangan nangis!! Pegel nih megang kue mulu tapi ga di makan makan” ucap Fassya, oknum yg sempat membuatku kesal.
Aku pun mencolek kue itu lalu langsung ku coret muka Raini dengan kue tadi.
Dan akhirnya, terjadilah perang saling mencoret muka dengan kue, memang mubazir. Tapi entah kenapa kita masih tetap melakukan itu. Hingga tak terasa seluruh mukaku penuh dengan sisa sisa kue tadi. Tak jauh beda dengan keadaan Raini sekarang.
Setelah selesai acara coret mencoret itu, aku diantar ke toliet untuk mencuci muka dan mengganti baju ku yg basah tadi dengan kaus olahraga milik temanku dari kelas sebelah.
Aku menceritakan segala kekesalanku pada yg lainnya, dan mereka kembali tertawa mendengar itu.
Walaupun awalnya aku dibuat kesal oleh mereka, ya memang ini semua hanya sebuah skenario untuk membuatku kesal pada hari ulang tahunku. Tapi aku menyukai ulang tahunku kali ini, mendapat kejutan dari teman-teman dekat membuatku merasa lebih dekat dengan mereka.
Dan itulah ceritaku, cerita ulang tahun ku yg ke-14 merupakan ulang tahun yang sangat berharga bagiku, dan aku takkan pernah untuk melupakan kenangan indah ini.
End!!!!
So cek this out!!
Ulang Tahunku yg Spesial
Perkenalkan namaku Violeta Malva Raffasya , orang biasa memanggilku Vio. Aku lahir pada akhir agustus 2001, dan saat ini umurku baru mencapai 17 tahun. Cerita ini terjadi saat ulang tahunku yang ke-14.
Beberapa tahun yang lalu....
Aku merupakan salah satu siswa dari SMPN 7 Bekasi, dan sekarang aku berada di kelas 9 tepatnya 9D. Hari ini merupakan hari yang sangat istimewa bagiku, karena apa? Karena hari ini adalah hari ulang tahunku.
Tapi sepertinya teman-temanku tidak mengingatnya. Karena semenjak aku datang, semuanya berjalan seperti biasa. Aku sempat merasa kecewa, tapi aku berpikiran mungkin mereka akan ingat nanti.
Jam pelajaran pertama adalah ulangan harian PKN.
“Nadia, soal ini maksudnya gimana sih?.” Tanyaku kepada teman sebangku ku. Nadia
Tapi ia diam saja, seperti mengacuhkan pertanyaanku.
Aku kesal melihatnya, dan tidak sampai disitu saja, bahkan setelah ulangan pun teman-temanku seperti menjauhi diriku. Aku bertanya-tanya, mengapa mereka seperti itu? Apakah mereka tidak mengetahui bahwa hari ini aku sedang berulang tahun? Bagaimana bisa mereka melupakannya?
Bahkan saat istirahat, tidak ada satupun yang menemaniku ke kantin. Aku merasa dikucilkan, dan mengapa harus terjadi saat ulang tahunku?
Setelah pergi ke kantin sendirian, aku tidak langsung menuju kelas, tapi aku pergi menuju UKS –aku adalah aggota PMR jadi aku bisa kapan saja masuk ke UKS- di sana aku menceritakan semua perilaku aneh teman-teman kelasku kepada sahabatku yg kebetulan sedang berada di UKS juga.
“mungkin kamu ada salah kali sama mereka.” ucap sahabatku
“ aku ga ngelakuin apa-apa ko, orang kemaren aja masih baik-baik aja.” aku kesal sekaligus kecewa pada hari ini.
Akhirnya aku kembali ke kelas, dan yaa teman-temanku mengacuhkanku kembali. Rasanya aku ingin pulang saja, dan menangis seharian di rumah.
Entah mengapa, aku merasa dibuat kesal oleh teman-teman sekelasku pada hari ini. Dimulai dari isi tempat tulisku yg menghilang entah kemana, ketika aku menaruh suatu barang di atas mejaku, lalu aku keluar sebentar dan saat kembali, barang tersebut sudah tidak ada di mejaku lagi.
“siniin tempat pensil aku!” aku meminta kepada anak-anak cowok dikelasku. Karena hanya mereka yg pantas dicurigai
“dih apaan, ko nyalahin kita sih. Gabaik tau nuduh tuh” ucap Alung, salah satu temanku
Aku pun kembali menuju bangku, lalu duduk dengan perasaan kesal. Bagaimana bisa aku belajar jika semua alat tulisku hilang? Untungnya, hari ini banyak guru yang tidak masuk, jadi aku tidak perlu repot-repot meminjam alat tulis.
Juga aku terkena pukulan bola oleh salah satu temanku, tapi dia sama sekali tidak meminta maaf kepadaku, bahkan dia seperti sengaja mengenaiku dengan bola beberapa kali. Aku makin kesal karena perbuatannya itu.
Dan parahnya lagi, teman-temanku membiarkannya, tidak ada satupun yg peduli padaku.
Perasaanku hari ini campur aduk, tadinya aku berharap teman-teman ku akan mengingat hari ulang tahunku, tapi apa? Hari ini aku malah mendapat perilaku yg membuatku kesal seharian.
Semakin kesini, semakin menjadi-jadi saja perilaku teman-temanku.
Puncaknya, saat aku kembali dari toilet –yg tentunya aku pergi sendiri lagi- tas ku sudah tidak berada di bangku ku lagi, mereka menyembunyikan tasku!
“ please dong balikin tas aku!” aku memohon kepada teman-temanku, yg tentunya hanya dibalas tawa oleh mereka
“kalian tuh kenapa sih?! Dari pagi bikin aku kesel?!!” akhirnya aku tidak bisa menahan emosiku.
“ siapa yg bikin kamu kesel coba? Kamunya aja yg baperan” ucap Fasya, salah satu sahabatku yg kemudian disambut gelak tawa dari teman-teman sekelasku.
Aku kecewa, bagaimana bisa dia berkata seperti itu padaku? Aku pun keluar kelas, kembali menuju UKS yg ternyata sedang tidak ada orang. Akupun menangis disana, tak kuat mengahadapi kelakuan teman-teman sekelasku.
Aku berada di UKS cukup lama, mungkin aku membolos empat jam pelajaran karena saat aku melihat keluar UKS, orang-orang sudah membawa tasnya untuk pulang. Mau tidak mau aku harus kembali ke kelas.
Saat aku sampai di kelas, aku melihat tasku kembali. Tapi semua buku, lks, dan paket yg kubawa hari ini berserakan dimana-mana, aku merapihkannya, dan berusaha untuk tidak menangis saat itu juga. Aku pun segera keluar dari kelas, persetan dengan tempat pensil ku yang masih tidak jelas berada dimana.
Tapi saat aku membuka pintu, aku terkejut karena tiba-tiba aku mendapat serangan berupa air seember dari berbagai arah.
Serangan itu terjadi beberapa kali hingga tubuhku basah semua. Lalu aku merasa ada orang yg memecahkan telur tepat di atas kepalaku, disusul guyuran tepung terigu yg membuat diriku terlihat berantakan.
Kejadian itu sukses menarik perhatian siswa lainnya, karena kelasku berada di tengah-tengah dua kelas lainnya.
aku terdiam, masih mencerna apa yang terjadi barusan. dan salah satu temanku memegang bahuku dan menyuruhku untuk balik badan.
Dan saat aku balik badan
“SELAMAT ULANG TAHUNN!!! SELAMAT ULANG TAHUNN!!! SELAMAT ULANG TAHUN VIO!!! SELAMAT ULANG TAHUNNN!!!” teman-temanku berkumpul dengan posisi setengah melingkar dan Fassya membawa kue ditangannya lengkap dengan lilin yg menyala diatasnya.
Jujur saja aku baru petama kali mendapat kejutan seperti ini.
Aku pun jongkok karena aku sangat terharu melihatnya. Dan tak sadar aku mulai menangis, karena tek menyangka aku akan mengalami kejadian seperti ini.
Teman-temanku panik ketika melihatku menangis,
“eh eh eh vio jangan nangis ihh. Kamu sih tadi keterlaluan banget tadi!!” ucap salah satu temanku kepada yg lainnya
Aku berusaha untuk meniup lilinnya, aku masih tak percaya dan kembali menangis terharu
“aku kirain hiks kalian lupa hiks hari ini hiks hari ulang tahun aku” ucapku dengan susah payah menahan agar tidak menangis kembali.
Yaaa mereka hanya tertawa melihaku seperti ini,
“duhhh maaf ya tadi udah nyuekin kamu seharian, bikin kamu kesel. Karena itu semua bagian dari rencana kitaa!!”
“yeaayyy!!! Rencana kita berhasil!!”
Sepertinya aku akan menangis kembali mendengar kenyataan dari mereka.
“udah dong jangan nangis!! Pegel nih megang kue mulu tapi ga di makan makan” ucap Fassya, oknum yg sempat membuatku kesal.
Aku pun mencolek kue itu lalu langsung ku coret muka Raini dengan kue tadi.
Dan akhirnya, terjadilah perang saling mencoret muka dengan kue, memang mubazir. Tapi entah kenapa kita masih tetap melakukan itu. Hingga tak terasa seluruh mukaku penuh dengan sisa sisa kue tadi. Tak jauh beda dengan keadaan Raini sekarang.
Setelah selesai acara coret mencoret itu, aku diantar ke toliet untuk mencuci muka dan mengganti baju ku yg basah tadi dengan kaus olahraga milik temanku dari kelas sebelah.
Aku menceritakan segala kekesalanku pada yg lainnya, dan mereka kembali tertawa mendengar itu.
Walaupun awalnya aku dibuat kesal oleh mereka, ya memang ini semua hanya sebuah skenario untuk membuatku kesal pada hari ulang tahunku. Tapi aku menyukai ulang tahunku kali ini, mendapat kejutan dari teman-teman dekat membuatku merasa lebih dekat dengan mereka.
Dan itulah ceritaku, cerita ulang tahun ku yg ke-14 merupakan ulang tahun yang sangat berharga bagiku, dan aku takkan pernah untuk melupakan kenangan indah ini.
End!!!!
Semoga kalian suka dan jangan lupa untuk krisar nya, karena aku pun masih pemula dalam mengarang cerita :)) dan maaf jika ada penulisan kata yg salah ๐

Untuk cerpen ceritanya sudah bagus,bahasanya tidak terlalu baku dan mudah dimengerti:))
BalasHapusTerimakasih sudah meluangkan waktu nya untuk membaca cerpen sayaa :)))))
HapusCeritanya bagus, sukses yaa:)
BalasHapus๐๐๐makasihh
HapusMencium bau sesuatu hm, bagus lanjutkan fah ๐
BalasHapusHmmm ikut2 an aja kamoo, terimakasih!!!
HapusWadawwww๐
BalasHapusHmmm, cute stories. Lanjutkan menulisnya!๐
BalasHapusGood lahh:) kembangkan imajinasi mu sist:v
BalasHapus.
Mantul ulpah๐, oklaahh....
BalasHapusMantul ulpah๐, oklaahh....
BalasHapusMantull ๐
BalasHapusJangan lupa mampir ke blog aku juga ๐
Ih bagus ceritanyaa ๐
BalasHapusLanjutkan karyanyaaa , suksess๐
BalasHapusGood lsnjutkan
BalasHapusWiiiii bagusss๐
BalasHapusTeruskan!! Baguss suka❤
BalasHapusMau tau dong kak! Genre nya apa nih?
BalasHapusGenre nya mungkin persahabatan? :v
HapusGood lahh.. ditunggu karya selanjutnya☺
BalasHapusBaguss ๐
BalasHapussukaaaa, sukses teruss
BalasHapussukaaaa, sukses teruss
BalasHapussukaaaa, sukses teruss
BalasHapusSukses lanjutkan sist
BalasHapusgood ๐ kembangkan
BalasHapusnice๐ lanjutkan!!
BalasHapusWihhh anda sangat berbakat dalam menulis cerpen๐๐๐
BalasHapusMakasihhh :))
HapusSuka kak, ditunggu karya selanjutnya
BalasHapusKayaknya berdasarkan pengalaman deh:v
BalasHapusCeritanya bagus. Namun, ada baiknya agar tanda bacanya diperhatikan ya..
BalasHapusPerhatiin tanda baca lain kali, ya:)
BalasHapusUwowwww
BalasHapusBagusss, krenn:v lanjutkan
BalasHapusBagus bagus
BalasHapusEkhem....๐ cerpen yang menarik..
BalasHapusSukaaasuka lanjutkan
BalasHapusMantap ka
BalasHapuswaw menarik walau konfliknya ringan tapi apik.. good job
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusCeritanya menarik๐
BalasHapus